Aku berdiri menatap wajah itu. Hanya terpampang gambar-gambar yang seolah nampak hidup namun setelah kutembus pandangan itu ternyata memang hanya gambar saja yang menempel di dinding tembok Grand 21.
"mbak jadi nonton?"
Spontan aku menggelengkan kepala. Serasa perutku mulas melihat ada pasangan yang kebetulan akan menyaksikan film yang sama dengan diriku. Langsung saja aku ngacir dari tempat maksiat yang akan digunakan mereka, mungkin. Siapa yang akan tahan dengan godaan kegelapan di ruang sana.